Tampilkan postingan dengan label Kuberikan waktuku(1). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuberikan waktuku(1). Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Agustus 2010

Garis Besar Minggu 2 - Kuberikan Waktuku(2)

Garis Besar Minggu 2
Kuberikan Waktuku(2)
Ayat:
Yosua 18:3
Sebab itu berkartalah Yosua kepada orang Israel: berapa lama lagi kamu bermalas-malas sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN Allah nenek moyangmu?
Yoel 2:25
Aku akan memulihkan kepadamu tahun tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip.
Garis Besar:
1. Tuhan member banyak sekali kesempatan yang perlu direbut.
A. Contoh di perjanjian Lama – Tanah Permai.
1. Kaya dan subur.
2. Melambangkan Krsitus yang ada di dalam kita.
3. Perlu direbut.
4. Tidak bisa bermalas-malasan.
B. Contoh di Perjanjian Baru – 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh; talenta.
1. Kesempatan untuk dipenuni Roh.
a. Baca doa.
b. Berdoa.
c. Membaca Alkitab.
d. Menyanyi.
e. Beribadah.
f. Datang pada Tuhan.
g. Mencintai Tuhan.
2. Kesempatan untuk melayani Tuhan.
a. memberitakan injil.
II. Sikap kita:
A. Memustikan kesempatan.
1. Tidak membuang-buangnya – seperti Esau.
2. Tidak mengasihani diri.
B. Menebus kesempatan.
1. Mempersembahkan waktu untuk Tuhan.
2. Menggunakan setiap kesempatan.

Bahan Diskusi:
1. Bisakah kamu menceritakan ulang apakah tanah permai itu?
2. Melambangkan apakah tanh permai itu?
3. Gambarkan seberapa kayanya tanah permai itu!
4. Bagaimanakah cara merebut tanah permai di zaman ini? Apakah sama dengan cara dipenuhi Roh?
5. Mengapa 5 gadis yang tidak membawa minyak itu disebut bodoh?
6. Apakah kesalahan 5 gadis yang bodoh itu?
7. Bagaimanakah melayani dalam gereja?
8. Bagaimana cara menebus waktu-waktumu yang hilang?

SERI 1 – S2-B03-M1-H7-Kuberikan Waktuku(1)

Sabtu, 28 Agustus 2010

PP Arus Hayat Remaja Minggu 1 - Sabtu

Kesempatan Mengampuni
Matius 6:15
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Renungan:
Saat tsunami terjadi di Aceh, banyak orang yang selamat mengatakan, “Untung saya tidak terlambat.” Di saat itu, terlambat sedikit saja berarti kematian.
Ada sepasang suami istri yang selalu pergi ke pasar Banda Aceh untuk berbelanja makanan. Air tsunami merendam kota banda Aceh sekitar jam 9.00 pagi. Waktu ini tercatat oleh photographer lewat foto sebuah jam dinding di antara reruntuhan bangunan.
Dari berita di televisi diketahui ternyata justru di pasar itulah timbul korban yang luar biasa banyaknya. Tak terbanyakan apa yang terjadi pada sepasang suami istri tadi.
Sepasang suami istri itu justru telah meninggalkan pasar begitu terjadi gempa. Dan sebelum tsunami melanda, mereka sudah berada di rumah. Kalau saja mereka terlambat.
Coba renungkan, pagi hari itu, di pasar Banda Aceh, ada berapa banyak orang yang terlambat pulang? Mungkin mereka masih memilih-milih barang, mungkin mereka masih ngobrol, mungkin masih sarapan di pasar, tapi apa pun yang mereka lakukan, semuanya terlambat dan berakhir dengan kematian.
SEEKers, mumpung masih hari ini, jangan terlambat menggunakan kesempatan ini, Jangan sampai kelak kamu bilang, “Aduhhhhh….. saying sekali sudah terlambat.”
Ada sepasang suami istri yang sering bertengkar. Suatu hari sebelum berangkat kerja. Si suami memegang tangan istrinya, pamitan dan minta maaf. Sang istri cuek saja dan tidak mau mengampuni suaminya.
Di sore harinya, tiba-tiba polisi datang membawa suaminya pulang ke rumah penuh berlumuran darah dan sudah meninggal. Ketika istrinya melihat hal itu, ia histeris dan berkata, “Ya Tuhan! Jika aku tahu ia akan pulang seperti ini, tentu aku tiidak akan bersikap jahat kepadanya tadi pagi! Oh, sekarang tidak ada kesempatan lagi!”
SEEKers, kalau kamu sadar bahwa kesempatan bisa hilang begitu saja, kamu pasti mau mengampuni orang lain, khan?
Bacalah apa yang ditulis Pepi di bawah ini.
“Ihhhh! Keseeelll” KetingPepi di layar chatting. “Kenapa, Pep?” Tanya temannya. “Masak gue dikatain cari perhatian sama si Nisa. Ngomongnya di belakang gue lagi. Di belakang gosipin orang yang enggak-enggak!” HUUUUUHHH!!!! Ga ada ampun deh buat dia! Belum lagi, gue pulang sekolah langsung di marahin sama mami. Padahal yang salah adek gue. Kesel ga sih??? Panas banget nih hati gue.”
SEEKers, seringkah kejadian seperti itu menimpa kamu? Atau hal-hal lain yang membuat kamu tidak bisa mengampuni? Sering, bukan?
Tuhan memberimu kesempatan untuk mengampuni dan Tuhan juga akan menolong kamu agar bisa mengampuni walaupun rasanya tidak mungkin, asal kamu berseru kepadaNya.
Bagaimana? Maukah kamu menggunakan kesempatan yang Tuhan berikan? Begitu kamu mengampuni, kamu langsung lega, ringan, damai, dan sukacita. Tetapi jika kamu masih ngomel-ngomel seperti Pepi, kamu akan semakin panas, sebel, tidak damai, dan tidak sukacita. Dan jika kamu tidak hati-hati, kamu membiarkan perasaan itu terus menguasai kamu lebih lama sedikit lagi, kamu pasti jatuh dalam perangkap iblis.
SEEKers, jangan salah pilih ya. Memang tidak mudah, tetapi aku mau meminta tolong pada Tuhan, agar aku bisa menggunakan kesempatanku untuk mengampuni.
Doa:
Tuhan Yesus, Engkau sudah member banyak kesempatan. Tolonglah aku tidak menyia-nyiakan kesempatan-kesempatan itu, Aku mau mengampuni orang lain seperti Engkau mengampuni Aku.

SERI 1 – S2-B03-M1-H7-Kuberikan Waktuku(1)

Jumat, 27 Agustus 2010

PP Arus Hayat Remaja Minggu 1 - Jumat

Kesempatan berbuat baik
Galatia 6:10
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
Renungan:
“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang.” Kata-kata ini tercantum dalam Alkitab, memperlihatkan kepada kita pemikiran Tuhan tentang kesempatan Tuhan sangat mementingkan kesempatan.
Dulu ada seorang perempuan yang menderita tuberkolosis dan hamper mati. Suaminya berada di sana dan dokter member tahu bahwa istrinya sedang sekarat. Suaminya lalu berkata kepada istrinya, :jika kamu mati, aku tidak tahu harus berbuat apa karena aku sangat cinta padamu.” Istrinya menjawab, “Semuanya akan baik jika kamu mengucapkan ini jauh-jauh hari sebelumnya.” Sang istri berkata demikian karena selama ini kelihatanya suaminya tidak begitu peduli padanya sehingga ia menjadi ragu akan cinta suaminya dan menjadi tertekan hingga sakit parah.
SEEKers, mumpung masih ada kesempatan, berbuat baiklah dan sayangilah papa mamau serta kakak adikmu.
Kita juga perlu berbuat baik dengan uang kita. Kapan pun kamu punya uang, bantulah orang lain. Jangan berpikir bahwa uangmu bisa disimpan untuk sesuatu yang lebih baik di masa mendatang.
Sebenarnya “membantu sedikit” di saat ini lebih baik daripada “membantu banyak” di masa mendatang. Karena mungkin saja, di masa mendatang jumlah yang lebih banyak itu menjadi tidak berarti karena sudah terlambat.
Ada orang pernah bersaksi: Suatu hari, ia menerima uang sebesar Rp. 700.000,- . Roh Kudus menggerakan hatinya agar mempersembahkan Rp. 200.000,- Ia berkata, “Sekarang masih pukul 04.00 pagi, bukan waktu untuk mempersembahkan.”
Lalu karena ada banyak kesibukan, tak terasa hari sudah menjelang malam. Sekali lagi Roh Kudus menggerakan hatinya untuk segera mempersembahkan uangnya. Ia berkata :Sekarang sudah terlambat, ditunda saja.”
Keesokan harinya, ketika naik kendaraan umum, ia kecopetan. Seluruh uangnya lenyap. Segera dalam hatinya ia menyadari penyebabnya. Ia tidak menyalahkan pencopetnya, juga tidak menggerutu kepada Tuhan, sebaliknya menyalahakn diri sendiri. Sambil mengaku dosa, ia memuji Tuhan.
Alangkah perlunya kita berbuat baik selama masih ada kesempatan. Banyak orang menunggu perbuatan baik kita.
SEEKers, kamu dan aku juga perlu menggunakan kesempatan yang ada hari ini untuk mengatakan perkataan yang indah, perkataan pujian, atau kata-kata penghargaan.
Beberapa tahun yang lalu, ada artikel yang sama sekali tidak umum, di Koran-korang di Amerika. Artikel ini menceritakan seorang laki-laki yang bekerja jauh dari rumah. Ia selalu pulang dengan kereta api. Di tengah perjalan, ia interlokal ke rumahnya, yang membuatnya harus membayar pulsa mahal. Ketika istrinya menjawab telpon itu, ia mengira suaminya berada dalam bahaya.
Ternyata suaminya cuma bilang, “Aku masih mencintaimu.” Istrinya merasa sangat aneh bahwa suaminya mau menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk mengatakan hal itu. Jadi begitu sampai di rumah, ia segera menanyakan sebabnya. Suaminya menjawab, “Aku taku kalau aku meninggal di perjalanan dan belum sempat mengatakannya padamu.”
SEEKers, kalau mau jujur, memang sebenarnya ada banyak sekali kesempatan yang Tuhan berikan padaku untuk berbuat baik dan menyayangi keluargaku. Aku mau gunakan kesempatan itu agar kelak tidak menyesal.
Dan bisa aku bayangkan kalau aku mulai banyak berbuat baik di rumah, banyak mengucapkan perkataan baik, pasti suasana di rumahku juga berubah.
Doa:
Tuhan Yesus, pakailah aku menjadi saluran berkat-Mu, menyalurkan kebaikan, menyalurkan kasih kepada keluargaku. Aku mau menggunakan kesempatan yang ada untuk berbuat baik pada keluargaku dan menunjukkan kasih pada mereka
SERI 1-S2-B03-M1-H6-Kuberikan Waktuku(1)

Kamis, 26 Agustus 2010

PP Arus Hayat Remaja Minggu 1 - Kamis

Kesempatan Berbakti
Amsal 15:20
Anak yang bijak menggembirakan ayahnya, tetapi orang yang bebal menghina ibunya/”
Renungan:
Kezia duduk di kelas 4 SD, setiap pergi sekolah tentu diantar oleh ibu yang sangat mengasihinya. Tetapi Kezia sering lari meninggalkan ibunya jika sudah sampai di dekat sekolah, oleh karena teman-teman Kezia sering mengejeknya dengan teriakan: ”Pincang, belang!” Dan biasanya teriakan seperti itu diulang-ulang dengan nada tertentu.
Itulah cemoohan anak-anak nakal yang ditujukan kepada ibunya Kezia yang kaki pincang dan wajahnya belang. Hal itu membuat Kezia merasa sangat malu berjalan bersama ibunya, bahkan jauh di dasar hatinya, ia merasa malu punya ibu yang berpenampilan seperti itu.
Sebenarnya, anak-anak nakal itu sudah sering dimarahi oleh Bapak dan Ibu Guru, tetapi mereka seolah tidak peduli dan tetap senang menghina ibu Kezia yang cacat itu.
Dalam suatu upacara hari senin, Bu Guru diberi kesempatan oleh kepala Sekolah untuk menyampaikan sebuah cerita nyata yang terjadi 9 tahun yang lampau. Bu Guru berkisah tetang sebuah kebakaran, yang terjadi di pemukiman yang padat penduduk.
Waktu itu, ada seorang bayi yang kamarnya sudah dikepung kobaran api. Ketika sang ibu berniat menolong bayinya, segera dicegah dengan sangat oleh orang banyak sebab kobaran api sudah sedemikian hebatnya. Namun, kasih ibu lebih hebat dari kobaran api! Maka tanpa menghiraukan keselamatan jiwanya, dengan membawa sebuah handuk basah ia pun menerobos masuk dalam rumah yang keadaaanya sudah sangat gawat itu!
Akibatnya wajah ibu itu cedera karena terbakar dan kakinya juga kejatuhan balok pintu yang membara, tetapi bayinya yang dibungkus dengan handuk itu terlindung aman dalam pelukan ibu. Nama bayi itu adalah Kezia, dan ibunya bernama Magdalena, atau biasa dipanggil “Bu Lena”.
Penduduk kampong menaruh hormat dan mengagumi Bu Lena sebagai ibu Teladan. Hanya ada di sekolah ini saja ada anak-anak yang suka mengejek Bu Lena yang luar biasa itu!”
Mendengar kisah Bu Guru itu, banyak anak yang meneteskan air mata haru dan tersipu malu, karena merasa bersalah. Sejak itu, tak pernah lagi ada anak sekolah yang mengejek mereka berdua, dan Kezia juga tidak malu lagi berjalan bersama ibunya.
Untunglah Kezia mendengar kisah itu sehingga ia masih punya kesempatan untuk berbakti. Kalau saja ia tidak pernah mendengar kisah itu, jangan-jangan ia akan menjadi anak yang tidak berbakti bahkan malu mengakui ibunya sendiri.
SEEKers, orang tuamu mungkin tidak mengalami seperti Bu Lena. Tetapi, semenjak kamu dalam kandungan, orang tuamu sudah banyak sekali berkorban.
Setiap hari Minggu, di ibadah anak, aku melihat bagaimana ribetnya ibu-ibu yang anaknya masih usia balita. Walaupun ada yang pakai pengasuh anak, tetap saja para ibu itu heboh.
Lalu mendengar bagaimana mereka susah payah memberi anaknya makan, karena ternyata banyak sekali balita yang tidak suka makan, belum lagi kalau anaknya gampang muntah, bagaimana mereka pontang-panting ketika anaknya sakit, dan lain sebagainya.
Aku jadi membayangkan bagaimana repotnya papa mamaku membesarkan aku. Aku bersyukur kepada Tuhan yang telah memberiku orang tua. Semoga aku menjadi anak yang tidak berani melawan, juga tidak gampang marah atau berkata kasar pada orang tuaku.
Mereka telah menggunakan setiap kesempatan untuk mencintai aku, maka aku juga mau mengambil kesempatan yang ada untuk berbakti.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang tuaku. Aku mau merebut setiap kesempatan untuk berbakti kepada mereka
SERI 1-S2-B03-M1-H5-Kuberikan Waktuku(1)

Rabu, 25 Agustus 2010

PP Arus Hayat Remaja Minggu 1 - Rabu

Kesempatan Belajar

Kisah Para Rasul 7:22
Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuataannya.

Renungan:
Yuk, kita bermain matematika sebentar! Si A diberi ibunya 5 keping koin guna membeli telur dan sayuran untuk makan malam keluarga.
Ditengah perjalanan menuju pasar, si A melewati kios main dan melihat mainan kapal terbang yang ia suka, maka ia membelinya seharga 2 koin.
Tak lama kemudian, ia melihat penjual es krim, dank arena haus, ia pun membeli es krim seharga 1 koin.
Ketika sudah dekat pasar, Si A bertemu dengan temannya yang mengajaknya nonton. Karena acaranya hanya sebentar, si A berpikir ia masih dapat ke pasar setelah nonton. Singkat cerita, si A pergi nonton bersama temannya dan menghabiskan 2 keping koin di sana.
Setelah sampai di pasar, berapa keeping koin yang bisa dipakai untuk membeli telur dan sayuran? <tepat sekali! Si A tidak punya satu keping pun untuk membeli telur dan sayuran>
SEEKers, 5 Keping koin yang diberikan kepada A itu seperti banyaknya kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan ingin kita memakai kesempatan itu untuk hal-hal yang berguna hingga kelak Tuhan bisa dimuliakan melalui diri kita. Tetapi, sering kali kita justru memakai kesempatan itu hal-hal yang tidak berguna dan akhirnya kesempatan tidak ada lagi. Lalu kita menyesal, tetapi semuanya sudah terlambat.
Pernah dengar tentang Musa, khan? Musa adalah seorang dipakai oleh Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Musa menulis 5 kitab pertama dari Alkitab dan tulisannya sangat detil.
Kalau diusut-usut dari latar belakangnya, Musa dibesarkan dan dididik di Mesir. Pada zaman itu, Mesir adalah sebuah Negara dengan peradaban yang tinggi. Musa menggunakan setiap koin yang Tuhan berikan. Ia sama sekali tidak melewatkan setiap kesempatan. Ia menyerap semua hikmat orang Mesir. Itulah sebabnya ia berkuasa dalam perkataannya dan perbuatannya.
Dan begitu Tuhan memerlukan, ia sudah siap. Kalau saja Musa sering mengaishani diri sendiri, merasa perlu lebih banyak rileks karena stress belajar terlalu banyak, maka di saat Tuhan memerlukannya, ia pasti belum siap.
Tuhan juga memberimu kesempatan untuk belajar. Sudahkah kamu menggunakannya dengan baik? Semoga kamu tidak sering mengasihani diri sendiri.
Menurut riset, semakin muda seseorang, semakin mudah ia menangkap ilmu baru. Kalau kamu membuang usia mudamu untuk hal-hal yang tidak berguna, seperti pesta-pesta, pacaran, games, dan sebagainya, kamu pasti kehabisan koin seperti si A. Kamu bukan cuma kehilangan waktu di saat sekarang, tetapi juga kehilangan masa depanmu.
Itulah sebabnya banyak orang kemudian menyesal, tetapi semuanya sudah terlambat. Lalu ketika mereka menjadi orang tua, mereka memaksa anaknya belajar, menasihati, ngomel, dll. Tetapi anaknya juga tidak mendengarkan dan kelak ia juga akan menyesal dan merasa sudah terlambat. Lalu ia akan memaksa anaknya juga. Demikan seterusnya.
SEEKers, semoga kita tidak berada di lingkaran itu. Hari ini juga kita kita menggunakan kesempatan belajar dengan sebaik mungkin hingga melegakan orang tua kita juga menabung sesuatu yang berharga untuk hari depan kita.
Sebenarnya, aku sudah tahu, jika aku tidak baik-baik belajar, maka di dunia ini, tidak aka nada pekerjaan besar dan penting yang bisa dipercayakan kepadaku. Di dalam gereja pun sama. Walaupun aku cinta Tuhan, rajin melayani, tetapi karena kesempatan belajar yang Tuhan berikan tidak aku gunakan dengan baik, maka Tuhan tidak bisa memakaiku secara besar-besaran. Kamu taku juga khan?
Yuk, kita saling mengingatkan.
Doa:
Tuhan Yesus, aku mau jadi saluran berkat-Mu. Ya Tuhan Yesus, jangan biarkan aku kehabisan kesempatan yang Kauberikan. Tolonglah aku menjadi anak yang rajin belajar

SERI 1-S2-B03-M1-H4-Kuberikan Waktuku(1)

Minggu, 22 Agustus 2010

Garis Besar Minggu 1 - Kuberikan Waktuku(1)

Garis Besar Minggu 1
Ayat :
Mazmur 90:12
Ajarlah kamiu menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana

Galatia 6:10
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Garis Besar:
I.    Hari-hari kita
      A. Ada yang dihitung Tuhan - Set dan Keturunannya.
           1. Diperkenan Tuhan.
           2. Hidup bersama Tuhan dan untuk Tuhan
               a. Perlu berdoa.
               b. Perlu membuat jadwal.
               c. Perlu  disiplin mengikuti Jadwal.
               d. Menggunakan setiap kesempatan yang ada.
      B. Ada yang tidak dihitung Tuhan - Kain dan keturunannya
           1. Memberontak kepada Tuhan.
           2. Tidak peduli pada Tuhan
           3. Tidak bertobat dan menjauhi Tuhan.
II. Kesempatan
     A. Ada di dalam waktu.
          1. Setiap hari selalu ada kesempatan.
          2. Tidak ada hari tanpa kesempatan.
     B. Diberikan oleh Tuhan
          1. Tuhan memandang penting kesempatan.
          2. Tuhan mau kita menggunakan kesempatan-kesempatan itu.
     C. Perlu direbut.
          1. Tidak mengasihani diri sendiri dengan terlalu banyak rileks
          2. Tidak menghambur-hamburkannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
          3. Melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk hari ini, kelak, bahkan selamanya.
III. Macam-macam kesempatan.
      A. Kesempatan belajar.
          1. Menyerap seluruh pengetahuan yang diperlukan.
          2. Persiapan untuk dipakai Tuhan secara besar-besaran, baik di dunia pekerjaan maupun di dalam gereja.
      B. Kesempatan berbakti
          1. Tidak melawan
          2. Tidak marah-marah.
          3. Tidak berkata kasar.
      C. Kesempatan berbuat baik.
          1. Tindakan.
          2. Sedekah
          3. Perkataan.
       D. Kesempatan Mengampuni.
          1. Agar mendapatkan pengampunan Tuhan
          2. Mendapatkan kelegaan, damai, dan sukacita.


Bahan Diskusi.
1. Apa yang mesti kulakukan jika aku sangat malas dan sangat tidak disiplin mengikuti jadwalku?
2. Apakah bisa dipastikan bahwa orang yang rajin belajar pasti sukses di dunia pekerjaan maupun di gereja?
3. Bukankah 12 murid Tuhan Yesus juga tidak berpendidikan tunggi, mengapa aku harus belajar dengan rajin agar bisa dipakai Tuhan?
4. Bagaimana cara terbaik menggunakan kesempatan untuk berbakti pada orang tuaku dan keluargaku? Apa saja contohnya?

K-SERI 1-S2-B03-M1