Tampilkan postingan dengan label Kuberikan Waktuku(1). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuberikan Waktuku(1). Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

PP Arus Hayat Remaja Minggu 1 - Selasa

MEREBUT KESEMPATAN


Jeremiah 46:17
Sebutlah nama Firaun, raja Mesir: Tukang ribut yang membiarkan kesempatan berlalu.

Renungan:
Ada seorang pernah bercerita demikian : Ketika masih kecil, kira-kira umur 10 atau 11 tahun, aku menanam sebuah pohon pecan di ujung lapangan rumah lalu menunggu…
Menurut perhitunganku, 7 atau 8 tahun lagi pohon itu baru mulai menghasilkan pecan. Pada saat itu, aku sudah akan mulai kuliah.
Hari ini, pohon itu berdiri tegak, melinduni sebagian besar lapangan rumah kami dari sinar matahari yang terik.
Pohon itu akan terus bertumbuh dan menyediakan kerindangan dan keindahan selama berpuluh-puluh tahun kemudian.
Selain pohon itu, keluargaku juga menanam banyak bunga di halaman kami. Bunga-bunga yang kami tanam cepat berbunga, tetapi begitu musim gugur tiba, semuanya berakhir.
Kita sering tergoda untuk menanam yang gampang saja, seperti bunga, karena kita dapat mencium aromanya segera. Tetapi tantangan yang sesungguhnya dalam hidup ini adalah menanam pohon dan bukan hanya sembarang pohon, tetapi pohon yang besar, bertumbuh dengan lama dan yang hidup lama, yang akan memberikan manfaat pada banyak orang di generasi ini maupun di generasi-generasi yang akan datang.
SEEKers, setiap hari kamu dapat memilih bagaimana menginvestasikan waktumu. Memang waktu-waktu yang kamu punya seringkali dipakai untuk hal-hal yang menekan, yang harus dilakukan hari ini, segera, SEKARANG, tidak bisa ditunda lagi. Tetapi, ... perhatikanlah dengan waspada... hati-hati... Mengapa?
Karena di tengah-tengah kesibukanmu itu, entah membuat PR, entah les, entah belajar untuk ulangan, entah mengerjakan tugas kelompok, entah membantu orang tua, kamu masih punya sedikit waktu dan kamu bisa memilih cara memakai waktumu itu. Itulah yang dinamakan kesempatan., Rebutlah kesempatan itu untuk menanam pohon.
Waktu-waktu itu bisa saja kamu pakai untuk sinetron-sinetron TV, atau menelusuri dunia internet, atau 1001 cara lainnya untuk menghabiskan waktu. Itu sama dengan menanam bunga, bisa kamu nikmati segera hasilnya dan menyenangkan, tetapi dengan cepat akan berlalu dan tidak ada yang mengenangnya. Hal itu juga tidak akan mendatangkan manfaat bagimu di waktu yang akan datang.
Karena itu, waktu-waktu yang kamu punya itu perlu dimustikakan untuk mengumpulkan harta yang sesungguhnya. Gunakanlah waktu-waktu itu dengan bijaksana untuk mengejar hal-hal yang mendatangkan manfaat di kemudian hari, dan bukan cuma manfaat setahun kemudian, bahkan berpuluh-puluh tahun kemudian atau selamanya.
SEEKers, aku melihat teman kakakku selalu menghafal kata-kata sulit dalam bahasa Inggris, Setiap hari ia pasti menghafal kata-kata baru. Ia melakukan hal ini sejak masih SD kelas 6.
Tidak aneh jika piala dan penghargaan yang diterimanya sangat banyak dan ia juga dengan mudah mendapatkan beasiswa untuk perguruan tingginya. Itulah yang dimaksud dengan menanam pohon.
SEEkers, bagaimana kalau kita bukan cuma menghafal kata-kata bahasa Inggris tetapi juga 1 ayat alkitab setiap hari? Yuk , kita mulai merebut kesempatan untuk menanam pohon. Manfaatnya pasti akan kita rasakan bahkan sampai selamanya.

Doa:
Tuhan Yesus, aku tidak mau waktu-waktuku hanya terpakai untuk santai dan rileks saja. Tolongkan aku, Tuhan. Kuduskan waktu-waktuku dan berilah aku teman yang bisa saling mengingatkan aga kami menanam pohon dan bukan cuma bunga

SERI 1-S2-B03-M1-H3-Kuberikan Waktuku(1)

Senin, 23 Agustus 2010

PP Arus Hayat Remaja Minggu 1 - Senin

Dimanakah kesempatanmu?

Efesus 5:16
Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari adalah jahat.

Renungan:
Kata “waktu” pada ayat di atas, juga dapat diterjemahkan sebagai “kesempatan”. Mengapa? <Karena kesempatan berada di dalam waktu.> Setiap hari, selalu ada kesempatan yang Tuhan berikan kepadamu – kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk berbakti, kesempatan untuk berbuat baik, kesempatan untuk mengampuni, kesempatan untuk mencintai Tuhan, dll. Tidak ada satu hari pun yang Tuhan berikan tanpa kesempatan.
SEEKers, aku takut, jangan-jangan dalam 1 hari itu, Tuhan mengatur 10 kesempatan bagiku dan 1 pun tidak ada yang kupegang.
Kalau kelak aku jadi orang yang kurang sukses, aku tidak boleh menyalahkan Tuhan, karena Tuhan sudah memberikan banyak kesempatan untuk belajar tetapi aku tidak melakukannya.
Kalau kelak di tahkta penghaiman Tuhan, aku dihakimi karena kerohanianku tidak bertumbuh aku juga tidak bisa menyalahkan Tuhan, karena Tuhan sudah memberiku banyak kesempatan untuk baca-doa, membaca alkitab, dll.
Kalu aku dihakimi karena kurang berbakti pada orang tua, kurang berbuat baik, kurang mengampuni, aku tidak bisa menyalahkan Tuhan. Karena bukan Tuhan yang tidak memberi kesempatan, tetapi akulah yang melewatkan sangat banyak kesempatan.
Begitu kesempatan yang ada di hari ini telat, tidak akan ada lagi kesempatan untuk hari ini.
Dulu, ada 1 kebiasaan di negeri Italia, yaitu setiap gadis yang menikah akan diberi sebuah kantong. Setiap tahun, di awal tahun, ia harus pergi memetik sebuah mwar lalu menaruhnya di kantong tersebut. Saat ia meninggal, kantong ini akan penuh dengan mawar dan akan menjadi bantalnya di peti jenasah. Aroma harum dari mawar-mawar yang dikumpulkan selama bertahun-tahun itu akan tetap segar.
SEEKers, selama hidup, dari hari ke hari, sebaiknya kita juga memetik mawar-mawar kita, yaitu kesempatan-kesempatan yang Tuhan berikan. Sehingga aroma harumnya bisa terus bersama kita hingga kekekalan. Untuk itu kita perlu menebus waktu kita.
Aneh sekali jika aku merasa sudah begitu hebat karena menghabiskan waktu 1 jam untuk mendengarkan Firman Tuhan di ibadah Remaja dan Pemuda, padahal berapa jam yang aku habiskan untuk nonton TV, main game, ngobrol, dll.?
Aneh sekali kalau aku merasa sulit untuk mendengarkan Firman Tuhan selama 1 jam di ibadah Remaja dan Pemuda, padahal mudah bagiku menghabiskan 3 jam untuk nonton TV, main game, ngobrol, dll.
Aneh sekali kalau aku merasa sulit membaca beberapa pasal Alkitab, padahal mudah membaca berseri-seri buku komik.
Aneh sekali kalau aku berebut duduk di depan ketika nonton konser tetapi justru berebut duduk di belakang ketika ibadah.
Aneh sekali kalau aku selalu tepat waktu datang ke sekolah, tetapi selalu terlambat ketika ibadah.
Aneh sekali kalau aku gampang sekali bertanya pada orang asing ketika tersesat tetapi tidak gampang minta petunjuk Tuhan.
SEEKers, yuk kita pegang setiap kesempatan yang Tuhan berikan. Selama bisa baca Alkitab, selama bisa berdoa, selama bisa duduk di depan saat ibadah selama bisa datang tidak terlambat ke tempat ibadah, selama masih bisa minta petunjuk Tuhan, yuk kita gunakan setiap kesempatan itu.

DOA:
Tuhan Yesus, terima kasih untuk semua kesempatan yang Tuhan berikan. Ampuni aku yang telah membuang banyak sekali kesempatan. Ya Tuhan Yesus, tolonglah aku merebut setiap kesempatan yang Kauberikan hingga aku tidak akan menyesal kelak.

SERI 1-S2-B03-M1-H2- Kuberikan Waktuku(1)

Minggu, 22 Agustus 2010

PP Arus Hayat Remaja Minggu 1 - Minggu

Hitunglah

Mazmur 90:12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Renungan:
Hari-hari yang kita lalui, kalau dihitung dengan penanggalan umum, memang mudah sekali: sehari tentu terhitung sehari, setahun tentu terhitung setahun. Tetapi dalam pandangan Tuhan tidaklah demikian; hari-hari itu  ada yang dihitung dan ada yang tidak dihitung.
Kitab kejadian pasal 4 dan 5 mencatat 2 silsilah dari dua keluarga yang berbeda. Pasal 4 mencatat silsilah Kain, dan pasal 5 mencatat silsilah Set. Meskipun keduanya adalah silsilah keluarga, tetapi cara pencatatanya berbeda.
Silsilah Kain sangat ringkas, begitu ringkasnya sampai umur Kain dan anak cucunya tidak dicatat. Tetapi silsilah Set sangat jelas, tercatat si A hidup sekian tahun, lalu memperanakan si B dan kemudian si B hidup sampai sekian tahun, lalu mati, ... Dan seterusnya. Mengapa bisa begitu?
 Kain berdosa kepada Tuhan dan ia tidak pernah bertobat. Ia malah menjauhkan dan ia tidak pernah bertobat. ia malah menjaukan diri dari hadapan Tuhan dan tidak peduli lagi pada Tuhan. Itulah sebabnya berapa pun umur Kain dan keturunannya, tidak ada satu hari pun dihitung oleh Tuhan.
Sebaliknya, Set hidup bersama Tuhan dan hidup untuk Tuhan. Set diperkenan oleh Tuhan. Itulah sebabnya hari-hari hidupnya dihitung oleh Tuhan.
Bagaimana dengan hari-harimu dan hari-hariku? Agar hari-hari kita dihitung oleh Tuhan, kita perlu menggunakan waktu-waktu kita untuk hidup bersama Tuhan dan hidup untuk Tuhan. Apa maksudnya? <Maksudnya, lakukanlah hal-hal yang baik, yang Tuhan mau dan hati-hatilah jangan sampai kehilangan waktu untuk ngobrol dengan Tuhan, berdoa dengan tujuan khusus, baca-doa, membaca Alkitab, dan mengaku dosa.>
Tapi ada masalah besar di sini> Kamu pasti sering dengar orang berkata, "Aku sudah menetapkan untuk mulai membaca Alkitab dan berdoa. Aku juga mau belajar dengan sungguh-sungguh. Tapi, nggak pernah kesampean."
Aku juga sering berkata begitu, karena sebenarnya aku niat banget untuk mengubah hidupku, Tapi, begitulah... selalu ga kesampean, Menurutmu, apa yang sebaiknya aku lakukan?
Pertama-tama, aku perlu berdoa agar Tuhan menguduskan waktu-waktuku. Kedua, aku perlu punya jadwal yang tetap dan teratur. Misalnya: Setiap pagi, aku akan menggunakan 10-15 menit untuk  baca-doa, lalu setiap pulang sekolah, selesai makan, aku akan menyisihkan 1/2 jam untuk membaca alkitab dan berdoa. Setelah itu, aku akan mengatur tas sekolahku, buat PR, istirahat 1 jam, belajar, membereskan kamar, membatu mamaku, dll.
Ketiga, aku perlu mengikuti jadwal itu dengan disiplin, Di jam membaca Alkitab dan berdoa, aku tidak akan menerima telpon atau mengerkan yang lain, demikian juga di jam belajar.
Keempat, aku perlu menggunakan setiap kesempatan yang Tuhan berikan. Kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk berbakti pada orang tuaku dan keluargaku, kesempatan untuk berbuat baik, kesempatan untuk mengampuni, dll.
SEEKers, iblis itu licik. Ia ingin kamu menjadi anak yang tidak berguna, karena itu ia tidak rela jika kamu bisa menggunakan waktu dan kesempatan yang ada dengan baik, Ia lebih senang kalau waktu-waktumu hilang dan tidak dihitung di hadapan Tuhan, Ia bukan hanya akan terus-menerus mengganggu dan merusak jadwal yang sudah kamu tetapkan. ia juga akan membuat semua kesempatan yang kamu punya hilang.
Itulah sebabnya, kamu perlu berdoa dan berusaha keras untuk disiplin, maka waktu-waktumu akan terhitung.

Doa:
Tuhan Yesus, kuduskanlah waktu-waktuku. ya Tuhan Yesus, tolonglah aku bisa mengikuti jadwalku dengan disiplin dan menggunakan setiap kesempatan yang Kauberikan.

SERI 1-S2-B03-M1-H1-Kuberiakn Waktuku(1)